Musibah banjir bandang dan longsor yang melanda wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat akhir November 2025 menyisakan duka yang mendalam. Hujan ekstrem — diperparah oleh terbentuknya Cyclone Senyar — telah menyebabkan sungai meluap, tanah longsor, dan ribuan rumah terendam. Data terbaru menunjukkan korban tewas mencapai ratusan jiwa, ribuan orang hilang atau mengungsi, serta jutaan warga terdampak secara langsung.
Melihat tragedi ini, Akbar Tanjung Institute merasa bahwa simpati saja tidaklah cukup — diperlukan aksi nyata. Sebagai institusi yang peduli terhadap keberlanjutan sosial dan kemanusiaan, ATI mengambil langkah proaktif dengan membuka dukungan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak. ATI mengajak seluruh elemen masyarakat — akademisi, alumni, mahasiswa, dan publik luas — untuk bersama-sama membantu meringankan beban korban.
Mengapa ATI Turun Tangan
-
Banjir bandang kali ini bukan saja akibat cuaca ekstrem, tetapi juga masalah ekologis jangka panjang: kerusakan ekosistem hutan di hulu DAS menyebabkan kawasan rentan longsor dan banjir.
-
Kerusakan meluas pada rumah, infrastruktur, fasilitas publik dan layanan dasar. Ribuan keluarga kehilangan tempat tinggal dan penghidupan.
-
Krisis seperti ini membutuhkan solidaritas cepat — melalui bantuan logistik, penyediaan kebutuhan pokok, hingga dukungan psikososial bagi korban.
Bentuk Kepedulian ATI
Akbar Tanjung Institute berkomitmen untuk:
-
Menggalang donasi dan bantuan berupa makanan, air bersih, selimut, kebutuhan darurat, serta penggalangan dana untuk rehabilitasi rumah dan fasilitas publik.
-
Berkoordinasi dengan relawan lokal serta organisasi kemanusiaan di Sumatera untuk penyaluran bantuan secara tepat sasaran dan transparan.
-
Mendampingi korban dalam jangka panjang: tidak hanya pasca-bencana, namun juga dukungan rehabilitasi, rekonstruksi dan pemulihan ekonomi bagi masyarakat terdampak.
-
Mendorong kampanye edukasi tentang lingkungan dan pentingnya pelestarian hutan/rusunnya ekosistem untuk mengurangi risiko bencana di masa depan — agar musibah serupa bisa diminimalisir.
Pesan untuk Publik & Ajakan Aksi
“Bencana ini bukan hanya duka mereka — ini duka kita bersama,” ujar juru bicara ATI. “Setiap bantuan, sekecil apa pun, berarti. Solidaritas dan empati kita sekarang bisa menjadi harapan baru bagi ribuan saudara kita di Sumatera.”
Dengan semangat tersebut, Akbar Tanjung Institute mengajak seluruh lapisan masyarakat: alumni, mahasiswa, profesional, komunitas, dan publik umum yang peduli — mari bergandeng tangan, bergerak nyata, dan bantu korban banjir bandang agar bisa bangkit kembali.
Karena kemanusiaan tidak mengenal jarak, suku, atau latar belakang. Kini saatnya kita wujudkan kepedulian menjadi aksi — untuk saudara-saudara kita di Sumatera.



